Di blog kali ini saya akan menceritakan tentang
seminar yang pernah saya ikuti selama menjadi mahasiswi Fakultas Psikologi
Gunadarma.
Awalnya, saya mengikuti seminar ini bersama 2
teman dekat saya tetapi yang 1 berhalangan hadir karena kondisinya yang sedang
tidak enak badan dan juga bersama teman-teman yang lain dalam mengikuti seminar
ini yang bertemakan “Pengarahan Kerja untuk Lulusan Psikologi di Bidang PIO
& Klinis”.
Disini saya akan membahas tentang apa itu PIO
dan apa itu Klinis.
PIO
PIO memiliki kepanjangan Psikologi
Industri dan Organisasi, selain itu PIO adalah bidang yang berfokus pada studi
tentang perilaku manusia dalam konteks dunia kerja. Untuk para lulusan atau
sarjana Psikologi yang berminat bekerja di bidang HRD (Human Resource
Development) yang nantinya akan menyeleksi orang – orang yang akan bekerja di
suatu perusahaan di mana dia bekerja bisa mengambil pendidikan atau ilmu
terapan Psikologi Industri dan Organisasi
ini setelah dia lulus S1 Psikologi. Kenapa para lulusan atau sarjana Psikologi
yang ingin bekerja di bidang tersebut harus bidang atau ilmu terapan PIO?
Karena selain basic dalam dunia Psikologi yang sudah dimilikinya setelah lulus
S1, para sarjana Psikologi tersebut harus mendalami bidang PIO yang lebih
“mengerucut” karena pembelajaran dalam bidang PIO yang dia dapat nanti
merupakan bekal utama untuk terjun ke dalam dunia HRD atau Human Resource
Development.
KLINIS
KLINIS merupakan bidang atau ilmu terapan
yang harus diambil oleh para sarjana Psikologi yang nantinya ingin bekerja di
bidang kejiwaan manusia atau dalam kata lain psikologi klinis adalah bidang
yang mempelajari kesulitan-kesulitan atau rintangan-rintangan emosional manusia
dengan tidak memandang manusia itu abnormal atau normal. Bagi para sarjana
Psikologi yang nantinya akan mengambil pendidikan Psikologi Klinis ini tugas
utamanya menggunakan tes yang merupakan bagian integral suatu pemeriksaan
Klinis yang biasanya dilakukan di rumah sakit. Kenapa para lulusan atau sarjana
Psikologi yang ingin bekerja di bidang tersebut harus bidang atau ilmu terapan
klinis? Karena selain basic dalam dunia Psikologi yang sudah dimilikinya
setelah lulus S1, para sarjana Psikologi tersebut harus mendalami bidang klinis
yang lebih “mengerucut” karena pembelajaran dalam bidang klinis yang dia dapat
nanti merupakan bekal utama untuk terjun ke dalam dunia kejiwaan atau segala
sesuatu yang berhubungan tentang emosional manusia.
Nah, dari
penjelasan tadi ketertarikan saya pada dua bidag tersebut masih 50:50. Karena untuk
saat ini alasan saya memilih jurusan Psikologi karena saya ingin memahami diri
sendiri terlebih dahulu, memahami emosional saya, memahami tingkah laku saya,
pokoknya apapun yang ada di dalam diri saya atau bias dibilang saya berobat jalan untuk saat ini.
Kesimpulan :
Jadi
kesimpulannya pada seminar yang telah saya ikuti memberikan kepada seluruh
mahasiswa Fakultas Psikologi gambaran tingkat selanjutnya sebelum terjun ke
dunia kerja yang diminati oleh para calon sarjana Psikologi. Agar para
mahasiswa Fakultas Psikologi dapat mempersiapkan bekal sejak dini agar dapat
melangkah ke jenjang berikutnya.

