Rabu, 06 April 2016

LULUS PSIKOLOGI SIAPA TAKUT!

Di blog kali ini saya akan menceritakan tentang seminar yang pernah saya ikuti selama menjadi mahasiswi Fakultas Psikologi Gunadarma.
Awalnya, saya mengikuti seminar ini bersama 2 teman dekat saya tetapi yang 1 berhalangan hadir karena kondisinya yang sedang tidak enak badan dan juga bersama teman-teman yang lain dalam mengikuti seminar ini yang bertemakan “Pengarahan Kerja untuk Lulusan Psikologi di Bidang PIO & Klinis”.
Disini saya akan membahas tentang apa itu PIO dan apa itu Klinis.
PIO


PIO memiliki kepanjangan Psikologi Industri dan Organisasi, selain itu PIO adalah bidang yang berfokus pada studi tentang perilaku manusia dalam konteks dunia kerja. Untuk para lulusan atau sarjana Psikologi yang berminat bekerja di bidang HRD (Human Resource Development) yang nantinya akan menyeleksi orang – orang yang akan bekerja di suatu perusahaan di mana dia bekerja bisa mengambil pendidikan atau ilmu terapan Psikologi Industri dan  Organisasi ini setelah dia lulus S1 Psikologi. Kenapa para lulusan atau sarjana Psikologi yang ingin bekerja di bidang tersebut harus bidang atau ilmu terapan PIO? Karena selain basic dalam dunia Psikologi yang sudah dimilikinya setelah lulus S1, para sarjana Psikologi tersebut harus mendalami bidang PIO yang lebih “mengerucut” karena pembelajaran dalam bidang PIO yang dia dapat nanti merupakan bekal utama untuk terjun ke dalam dunia HRD atau Human Resource Development.  

KLINIS 



KLINIS merupakan bidang atau ilmu terapan yang harus diambil oleh para sarjana Psikologi yang nantinya ingin bekerja di bidang kejiwaan manusia atau dalam kata lain psikologi klinis adalah bidang yang mempelajari kesulitan-kesulitan atau rintangan-rintangan emosional manusia dengan tidak memandang manusia itu abnormal atau normal. Bagi para sarjana Psikologi yang nantinya akan mengambil pendidikan Psikologi Klinis ini tugas utamanya menggunakan tes yang merupakan bagian integral suatu pemeriksaan Klinis yang biasanya dilakukan di rumah sakit. Kenapa para lulusan atau sarjana Psikologi yang ingin bekerja di bidang tersebut harus bidang atau ilmu terapan klinis? Karena selain basic dalam dunia Psikologi yang sudah dimilikinya setelah lulus S1, para sarjana Psikologi tersebut harus mendalami bidang klinis yang lebih “mengerucut” karena pembelajaran dalam bidang klinis yang dia dapat nanti merupakan bekal utama untuk terjun ke dalam dunia kejiwaan atau segala sesuatu yang berhubungan tentang emosional manusia.
Nah, dari penjelasan tadi ketertarikan saya pada dua bidag tersebut masih 50:50. Karena untuk saat ini alasan saya memilih jurusan Psikologi karena saya ingin memahami diri sendiri terlebih dahulu, memahami emosional saya, memahami tingkah laku saya, pokoknya apapun yang ada di dalam diri saya atau bias dibilang saya berobat jalan untuk saat ini.

Kesimpulan :
Jadi kesimpulannya pada seminar yang telah saya ikuti memberikan kepada seluruh mahasiswa Fakultas Psikologi gambaran tingkat selanjutnya sebelum terjun ke dunia kerja yang diminati oleh para calon sarjana Psikologi. Agar para mahasiswa Fakultas Psikologi dapat mempersiapkan bekal sejak dini agar dapat melangkah ke jenjang berikutnya.